UpdateIKN.com, Samarinda – Usulan untuk mengkaji ulang anggaran pendidikan sebesar 20 persen memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama di sektor pendidikan di Kota Samarinda. Beberapa pihak mengkhawatirkan dampak yang akan timbul jika anggaran tersebut dikurangi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan, peninjauan ulang ini dapat berdampak serius pada infrastruktur pendidikan, terutama di Samarinda.
Anggaran pendidikan sebesar 20 persen, yang sebagian besar dialokasikan untuk tunjangan profesi guru dan insentif, menurut Nuryadin, masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah, apalagi untuk pembelian buku-buku penunjang.
“Kalau anggaran ini dikurangi, artinya kita sangat prihatin. Tentu saja kami sangat menyayangkan jika hal ini terjadi,” ungkapnya saat menjadi narasumber di stasiun radio.
Nuryadin juga mengingatkan bahwa sebagian besar dari anggaran tersebut sudah terpakai untuk tunjangan profesi guru, yang menurutnya tetap belum cukup untuk mendukung kesejahteraan para tenaga pengajar.
Dengan adanya usulan pengurangan ini, ia khawatir bahwa sektor operasional sekolah, termasuk sarana dan prasarana pendidikan, juga akan terkena dampak.
“Jangan sampai anggaran untuk operasional pendidikan ikut terpotong,” katanya.
Sejauh ini, usulan pengkajian ulang anggaran ini masih dalam tahap diskusi, dan belum ada keputusan final. Namun, kekhawatiran dari berbagai pihak, terutama yang berkecimpung di dunia pendidikan, terus berkembang. Pengurangan anggaran bisa berarti berkurangnya kualitas pendidikan di daerah, terutama di tingkat daerah yang sangat bergantung pada alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
Nuryadin juga menegaskan, bahwa dalam regulasi pendidikan, sudah sangat jelas bahwa tanggung jawab penyediaan anggaran berada di tangan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Ia berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan dampak lebih luas dari pengurangan ini.
“Dari 20 persen yang ada saja masih belum mencukupi untuk kebutuhan buku-buku penunjang pendidikan, apalagi kalau dikurangi lagi,” pungkasnya. (End/Par)