Tim SAR Temukan Jasad WNA Malaysia yang Hilang Saat Terjang Arus Sungai Patek di KM 32 Tabang, Kukar

Tim SAR Gabungan evakuasi jasad WNA Malaysia yang tenggelam di Sungai Patek KM 32 Tabang

UpdateIKN.com, Kukar  – Pencarian seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia bernama Wong Sie Tuong (65), yang hilang setelah nekat menerjang arus deras di KM 32 Penyeberangan Sungai Petek Desa Umaq Bekuay, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, sekitar pukul 14.56 Wita, Minggu (23/11/2025).

Informasi yang diterima dari Basarnas Kaltim, jasad korban ditemukan dalam keadaan mengambang di Sungai Patek sekitar 25 kilometer dari lokasi kejadian mobil yang dikemudikan korban terseret arus. Selanjutnya, oleh Tim SAR Gabungan, jasad korban dievakuasi ke Puskesmas Tabang.

Namun tak mudah bagi Tim SAR Gabungan untuk cepat sampai di Puskesmas. Pasalnya, jarak lokasi penemuan jasad korban yang sangat jauh berada di dalam hutan, sehingga butuh waktu hingga sekitar 2,5 jam baru tiba di Puskesmas.

Penemuan jasad korban ini juga dibenarkan oleh Kasi OPS Basarnas Kaltim, Endrow Sasmita.

“Iya benar. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Tabang. Ini memakan waktu sekitar 2,5 jam perjalanan. Kendalanya memang karena di lokasi kejadian tidak ada signal dan Medan yang sulit. Sekitar pukul 19.40 Wita, operasi SAR dinyatakan ditutup,” ucapnya, saat dikonfirmasi tadi malam.

Menurut Endrow Sasmita, sebelumnya Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan melakukan penyisiran.

“Tim menyusuri sepanjang sungai Tabang. Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan membagi area pencarian menjadi dua bagian dan dilaksanakan oleh dua team,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pada Kamis malam (20/11/2025), sekira pukul 22.00 Wita, hujan deras mengguyur wilayah Jalur Hauling KUD Beringin Mulia. Korban mengemudikan Toyota Hilux double cabin bersama seorang rekannya, sementara dua saksi lainnya mengikuti dari belakang menggunakan kendaraan terpisah. Saat rombongan tiba di KM 32 Sungai Patek, debit air meningkat cepat dan arus mengalir sangat deras.

Meski situasi cukup membahayakan, korban tetap mencoba menerobos penyeberangan sungai. Di tengah arus, mobil tiba-tiba berhenti, kemudian terputar dan mulai terisi air. Salah satu saksi sempat berteriak meminta korban keluar dari kendaraan dan berusaha menarik tangannya. Namun korban justru berpegangan pada setir, kemungkinan karena panik saat air terus naik ke dalam kabin.

Dalam hitungan detik, arus deras menyeret mobil dan korban ke hilir dalam kondisi gelap. Para saksi menyelamatkan diri dengan berpegangan pada ranting pohon sebelum merangkak ke tepi sungai. Pagi harinya, mereka menemukan mobil korban dalam keadaan terbalik sekitar 150 meter dari lokasi awal, namun korban tidak ditemukan. (End)

Iklan