RTH Sungai Karang Mumus Jadi Harapan Baru Warga Samarinda, Dari Penurapan ke Wisata Hijau
UpdateIKN.com, Samarinda – Wajah baru Sungai Karang Mumus (SKM) kini membuka peluang besar bagi lahirnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) modern di Kota Samarinda. Setelah proyek penurapan di Jalan Tarmidi rampung, muncul gagasan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai taman kota dan destinasi wisata sungai yang ramah lingkungan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, mendorong Pemerintah Kota agar segera memanfaatkan lahan bekas bongkaran rumah warga di sisi Sungai Karang Mumus itu menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Samarinda yang nyaman dan multifungsi.
“Kawasan ini punya potensi besar. Setelah penurapan selesai, tinggal dijadikan taman kota dan area publik. Masyarakat bisa menikmati keindahan Sungai Karang Mumus sambil berolahraga, bersantai, atau berdagang secara tertata,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Menurut Jasno, Jalan Tarmidi kini telah bebas dari bangunan liar dan siap disulap menjadi taman wisata sungai yang bisa mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
Dia meyakini bahwa keberadaan RTH tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga bisa menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga.
“Jika ditata dengan baik, RTH ini bisa jadi ruang usaha bagi pelaku UMK. Tapi yang penting, mereka harus menjaga estetika taman dan kebersihannya,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa area hijau tetap harus mengedepankan kenyamanan publik. Pedagang boleh beraktivitas, asalkan tidak menimbulkan kesemrawutan atau mengganggu lalu lintas dan pejalan kaki.
Sungai Karang Mumus dulu identik dengan permukiman padat dan pencemaran. Kini, berkat program normalisasi SKM dan proyek penurapan sepanjang 225 meter dengan konstruksi sheet pile, kawasan ini mulai bertransformasi menjadi ikon wisata hijau Samarinda.
Pemerintah Kota Samarinda pun telah menyiapkan anggaran Rp14 miliar untuk mendukung proyek ini. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemkot dalam menciptakan kota ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga.
“Menata sungai tidak mudah, tapi ini langkah nyata menuju Samarinda yang hijau, indah, dan berkelanjutan,” tutup Jasno. (Ramadhani/ADV/DPRD Samarinda)





