UpdateIKN.com, Samarinda – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan keseriusan penuh sebagai tuan rumah MTQH Kaltim 2026. Tak sekadar siap, daerah ini bahkan menargetkan penyelenggaraan yang sukses, berkelas, namun tetap sederhana dan khidmat.
Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kukar yang juga Ketua LPTQ Kukar, Sunggono, saat memaparkan kesiapan daerahnya dalam rapat persiapan bersama LPTQ Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (2/4/2026).
Dalam paparannya, Sunggono mengungkapkan bahwa seluruh kebutuhan utama hingga teknis telah dipetakan secara detail. Sebanyak 13 venue MTQH Kaltim 2026 dipastikan siap digunakan, mulai dari arena utama hingga lokasi cabang lomba.
Halaman Kantor Bupati Kukar akan menjadi pusat kegiatan, termasuk pembukaan dan penutupan yang diproyeksikan berlangsung meriah namun tetap religius. Selain itu, berbagai fasilitas seperti Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Pendopo Wakil Bupati, Aula Bappeda, hingga sejumlah OPD dan madrasah telah disiapkan sebagai lokasi perlombaan.
“Kami pastikan seluruh arena siap mendukung pelaksanaan MTQH secara optimal,” ucap Sunggono.
Tak hanya fokus pada arena, Kukar juga mengantisipasi kebutuhan ribuan peserta dan tamu. Pemerintah daerah telah melakukan pendataan menyeluruh terkait hotel, homestay, jumlah kamar, hingga tarif yang tersedia. Layanan kesehatan, transportasi, rumah makan, catering, hingga destinasi wisata juga masuk dalam skema persiapan.
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi kafilah dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Kukar. Ia menilai, paparan yang disampaikan tidak hanya lengkap, tetapi juga menunjukkan pengalaman Kukar dalam menggelar event berskala besar.
“Kesiapan Kukar sangat komprehensif. Ini menjadi modal kuat untuk menyukseskan MTQH 2026,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026, format pelaksanaan berubah dengan menggabungkan MTQ dan STQH menjadi MTQH (Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist). Dengan format ini, seluruh cabang lomba akan dipertandingkan, termasuk hafalan hadist dengan sanad, tanpa sanad, serta Karya Tulis Ilmiah Hadist (KTIH).
“Mempertahankan juara itu jauh lebih sulit daripada meraih juara. Ini menjadi tantangan bersama,” lanjut Sri Wahyuni.
Sementara itu, Wakil Ketua II LPTQ Kaltim, Dasmiah, menekankan pentingnya belajar dari pengalaman sebelumnya. Ia menyebut keberhasilan Kaltim sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2024 di Samarinda telah menjadi standar rujukan nasional. Selain itu, evaluasi dari pelaksanaan STQH 2025 juga menjadi bahan penting untuk menyempurnakan pelaksanaan MTQH di Kukar.
Prestasi Kalimantan Timur sendiri tengah berada di puncak. Dalam beberapa tahun terakhir, kafilah Kaltim sukses meraih juara umum di tingkat nasional dan bahkan menorehkan 12 prestasi internasional, mengharumkan nama Indonesia di berbagai negara.
Dengan kombinasi pengalaman, kesiapan teknis, dan prestasi gemilang tersebut, MTQH Kaltim 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November di Tenggarong diyakini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga berdampak besar dalam memperkuat syiar Islam dan membangun generasi Qurani di Kalimantan Timur. (MJ/Par)






