Kinerja Tetap Tumbuh, BPSDM Kaltim Apresiasi ASN Berprestasi di Awal 2026

Rina Kusharyanti, Sekretaris BPSDM Kaltim, penerima penghargaan tertinggi penyerapan anggaran Tahun 2025.

UpdateIKN.com, Samarinda –   Memasuki awal Tahun 2026, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas aparatur sipil negara (ASN).

Di tengah dinamika anggaran dan tantangan birokrasi, kinerja ASN BPSDM Kaltim sepanjang 2025 dinilai tetap menunjukkan tren positif.
Hal itu ditandai dengan pemberian penghargaan kepada 10 ASN dengan capaian jam pelajaran tertinggi dalam pengembangan kompetensi selama tahun 2025.

Selain capaian individu, Nina Dewi juga menyampaikan bahwa BPSDM Kaltim masuk lima besar perangkat daerah dengan serapan anggaran tertinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Capaian tersebut dinilai mencerminkan konsistensi perencanaan dan pelaksanaan program pengembangan SDM aparatur.

“Penurunan pagu anggaran tahun 2026 memang cukup signifikan. Namun semangat kerja dan profesionalisme ASN harus tetap dijaga,” kata Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, saat apel pagi di halaman Kantor BPSDM Kaltim, Senin (6/1/2025).

Penghargaan juga diberikan kepada jajaran pejabat administrator (eselon III) yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung kinerja organisasi. Sekretariat BPSDM Kaltim menjadi unit dengan capaian tertinggi, disusul Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF), Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis (PKT), serta Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan (SKPK).

Penilaian tersebut mencerminkan peran manajerial yang strategis dalam memastikan program berjalan efektif di tengah keterbatasan sumber daya.

Dari 10 ASN penerima penghargaan, enam di antaranya berasal dari jabatan fungsional Widyaiswara. Hal ini menunjukkan peran sentral widyaiswara dalam pelaksanaan pelatihan dan pengembangan kompetensi ASN di Kalimantan Timur.

Peringkat pertama diraih Novi Satria Jatmiko, Widyaiswara Ahli Pertama, dengan total 780 jam pelajaran. Disusul Muhammad Deny Sahroni, Widyaiswara Ahli Madya, dan Mochamad Ridwan, Widyaiswara Ahli Pertama, yang masing-masing mencatat capaian ratusan jam pelajaran sepanjang 2025.

Koordinator Widyaiswara BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi, menyebut capaian tersebut melampaui ketentuan pengembangan kompetensi ASN yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Jauhar, pengembangan kompetensi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

ASN diwajibkan mengikuti minimal 20 jam pelajaran per tahun. Capaian yang diraih para widyaiswara dan ASN lainnya ini jauh di atas standar tersebut,” ujarnya. (Putri/Par)

Iklan