UpdateIKN.com, Samarinda – Sejak musim kemarau melanda Kota Samarinda mulai Mei hingga September 2023, seluas 30 hektar lebih lahan terbakar.

Berdasarkan data sebaran kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Samarinda per 7 September 2023, ada sebanyak 36 kali kejadian kebakaran lahan, dengan total luas area yang terbakar 30,0842 hektar.

Rincian masing-masing sebaran Karhutla, Kecamatan Samarinda Utara terjadi 10 kali kebakaran dengan luas area terbakar 9,204 hektar. Kecamatan Palaran 9 kali kebakaran, dengan luas area terbakar 8,97 hektar. Kondisi ini membuat Kecamatan Samarinda Utara dan Palaran masuk dalam zona merah. Sedang, Kecamatan Sambutan terjadi 6 kali kebakaran dengan luas area 7,3 hektar. Kecamatan Sungai Pinang terjadi 5 kali kebakaran dengan luas area 2,522 hektar. Kecamatan Sungai Pinang dan Sambutan masuk zona orange.

Kecamatan Samarinda Ulu terjadi 2 kali kebakaran dengan luas area 2,032 hektar. Kecamatan Samarinda Kota, Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, Sungai Kunjung, Samarinda Ulu masing-masing 1 kejadian kebakaran dengan total area 6,025 hektar. Hanya Kecamatan Samarinda Ilir tanpa ada kejadian kebakaran.

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso mengingatkan kepada seluruh masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Dikatakannya, kebakaran hutan dan lahan berdampak ada rusaknya ekosistem dan menyebabkan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan.

Tak hanya itu saja, dampak lainnya adalah munculnya penyakit ISPA, Asma, Paru Obstruksi Kronik, jantung, iritasi mata, tenggorokan dan hidung.

“Kabut asap juga dapat menyebabkan terganggunya transportasi, khususnya penerbangan. Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan saat ingin melakukan pembukaan lahan yang bisa menyebabkan kerugian bersama,” pesannya. (End/Par)

Iklan