UpdateIKN.com, Samarinda –   DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) komitmen serius dalam memperkuat dunia pendidikan melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Pendidikan.

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kaltim terus menghimpun masukan dari berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, guru, kepala sekolah, hingga praktisi pendidikan.

Wakil Ketua Pansus, Dr. Agusriansyah Ridwan, S.IP., M.Si, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi pembangunan jangka panjang di Bumi Etam. Karena itu, Ranperda harus menyentuh persoalan mendasar seperti peningkatan kualitas tenaga pendidik, kesejahteraan guru honorer, serta pemerataan akses pendidikan di daerah 3T (terdepan, tertinggal, terluar).

“Pendidikan Kalimantan Timur menghadapi realitas yang kompleks. Ranperda ini tidak boleh hanya normatif, tapi harus menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Selain menyoroti kesejahteraan guru, forum juga menekankan pentingnya sertifikasi berbasis kompetensi lokal. Hal ini diyakini mampu mendorong generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan potensi daerah, seperti sektor energi, pertanian, perikanan, hingga industri kreatif.

Persoalan kesenjangan akses pendidikan juga menjadi perhatian utama. Masih ada anak-anak di pedalaman yang harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah, bahkan ada sekolah yang kekurangan guru. Ranperda Pendidikan Kaltim diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan tersebut.

Ke depan, Pansus DPRD Kaltim berencana melanjutkan pembahasan melalui uji publik, konsultasi lintas sektor, serta diskusi dengan pemangku kepentingan pendidikan di berbagai daerah. Dengan cara ini, regulasi yang lahir akan semakin kuat sebagai payung hukum pendidikan di Kaltim.

Agusriansyah optimistis, Ranperda Pendidikan Kaltim dapat menjadi pijakan strategis dalam mewujudkan pemerataan pendidikan, peningkatan kualitas guru, dan penguatan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Pendidikan bukan sekadar kurikulum, tetapi investasi jangka panjang bagi peradaban,” tutupnya. (Putri/Par)

Iklan